Kesepian dalam Kesepian
Masih ada yang berdebar-debar penuh tanya dalam aliran darahku…dalam detak-detak kehidupanku.
Mengapa perasaan itu berulang-ulang selalu menghantuiku?? apa yang sedang terjadi dengan hidup yang penuh luka-luka dan lika-liku ini??? Tuhan semoga ini yang terbaik untuk semuanya… aku jawab pertanyaan itu dengan langkahku. Bismillaahirrahmaanirrahiem…..
Ya Allah…. jiwaku menemukannya….aku rasa begitu….Kau beri jalan dan Aku lalui….
Meresap di sela himpitan pahit kehidupan. Menyelam di dalamnya tantangan. Aku akan berjalah bahkan berlari membawanya…itu demi Tuhan….demi kedua Orangtuaku…kedua adikku…dan orang-orang yang mencintaiku… juga orang-orang yang menjadi penghalang hidupku…….. kalian semua membantuku menghadapi perbedaan-perbedaan ini…… akan kubuat kalian semua menagis….entah itu tangis apa yang kalian rasakan….Aku juga mencintai kalian semua….
Row…. row…. Your Boat….!
Ya…! row row your boat. Teringat masa taman kanak-kanak dulu…lantunan lagu itu aku nyanyikan dengan ceria
Row, row, row your boat
Gently down the stream.
Merrily, merrily, merrily, merrily,
Life is but a dream.
Tadi di kamar mandi tiba-tiba aku menyanyikan lagu itu lagi. Segala memory masa kecilku mengintip-intip di balik otak yang bertumpuk masalah-masalahku kini…. senyum di bibirku tak bisa menahan sentuhan kedip kerling kecil bahasa otakku. Mengingatkanku akan suatu hal-hal kecil yang membuat gelak tawa tak berdosaku saat-saat aku sebagai bocah kecil yang nakal dulu…. Tuhan terimakasih dengan sensasi rekayasa otak yang engkau pinjami ini. Sungguh luar biasa, pagiku menjadi pagi yang ceria. Bahagia mengingat kecilku yang penuh dengan keceriaan. Tapi dibalik lagu yang dulu diajarkan bunda ini…. kini menjadi lagu degan 4 bait sederhana ternyata mengandung arti yang sangat luar biasa…! Ayo kawan kita dayungkan lagi perahu kita hingga tujuan!!! Mari nikmati setiap perjalanan ini. Jangan lagi kau takut dengan riak gelombang di depanmu, karena Tuhan tahu kita akan mendayung sampai sekehendak-Nya…. came on! lets Row row row your boat!
Ketidak mengertianku….
Dulu…..,ketika aku kecil aku begitu tak sabar ingin menjadi seorang dewasa. Ada harapan untuk itu hingga aku begitu bersemangat meniti hari menuju perubahan kebanggaan manusia itu. Kini aku rasa tengah berada dalam keadaan dimana aku ingin menjadi seorang bayi saja. Yang tak paham akan masalah-masalah dunia ini. Tapi ternyata hati kecilku berbisik dengan senyum arifnya…”hai teman, itu bukan fikiran seorang dewasa!” Lalu apa? Apa yang sedang terjadi padaku? Aku akui aku mengerti tanggung jawabku. Namun aku belum faham misteri apa dibalik hadirku di dunia ini.
Tuhan… aku sendiri dengan semua ini….Pundakku serasa sedikit lelah…Aku bercoba terus bertahan dalam belantara hidup tanpa alas kaki, tanpa topi, tanpa pelindung. Aku hanya dengan sehelai kain dan bekal sekedarnya… tapi tak masalah bagiku…asalkan aku bisa menemukan Mu….. aku dibawah pohon di hutanMu ini sedang duduk termenung, seperti yang engkau lihat sekarang. Peluhku membasahi kering tubuhku… sandaran bahuku mulai melegam… di sepanjang sudut mataku terlihat juga orang-orang entah sedangapa mereka. Mungkin sepertiku atau hanya menikmati permainan ini. Sungguh kadang senyum bodohku sering ter ulas, dengan tingkah laku debu-debu yang berkeliaran menikmati permainan…Oh permainannya memabukkan Tuhanku…
Orang-orangpun kadang tak sanggup meninggalkan permainan ini, karena sangat menyenangkan. Di balik hiruk pikur…riuh rendah suara penikmat-penikmat permainan… aku masih kebingungan, akan akhir permainan yang sedang orang-orang mainkan. Aku diantara pemanin, namun aku adalah orang yang tak suka kehampaan yang sia-sia….
Tuhan…., aku masih tidak mengerti……
Pagi Dusta
letih mata dan tubuh ini terlalu lama tertidur dunia kapuk….
jiwa ini diawali dengan dusta pagi seorang yang berarti dalam dimensi buatanku ini.
Aku sayangkan mengapa dia harus seperti itu ketika aku baru saja mencicipi dunia setelah matiku. pelajaran pagi dimulai tanpa sarapan pagi….



































